Asman.ac.id – Pegiat media sosial, Ade Armando, mengungkapkan kesediaannya untuk bertemu dengan Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, guna menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang kontroversial. Dalam sebuah program di iNews TV yang berjudul “Dituding Fitnah JK, 40 Ormas Laporkan Ade Armando Cs,” Ade menyatakan, “Saya bersedia minta maaf ke Pak JK dan ke publik selama pembicaraan itu berlangsung secara proporsional.”
Ade Armando menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk memfitnah atau memprovokasi umat Islam maupun Kristen. Ia ingin memperjelas posisinya agar tidak ada kesalahpahaman mengenai pandangannya. “Saya akan mengatakan saya tidak memfitnah Bapak, saya tidak sedang memprovokasi umat Islam ataupun umat Kristen untuk marah, saya tidak sedang mengadu domba,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Ade juga menyampaikan bahwa jika ada pihak yang merasa terganggu oleh ucapannya, ia siap meminta maaf. Ia juga ingin meluruskan persepsi negatif yang mungkin dialamatkan kepada dirinya, khususnya anggapan bahwa ia anti-Islam. “Saya itu tidak anti-Islam,” tegasnya.
Klarifikasi ini muncul di tengah laporan dari 40 organisasi masyarakat yang merasa dirugikan akibat pernyataannya. Ade Armando berharap pertemuan dengan Jusuf Kalla dapat berlangsung dalam suasana yang saling menghormati dan memberikan peluang untuk saling memahami.
Dengan langkah ini, Ade berupaya menegaskan sikapnya yang mengedepankan dialog dan pengertian di tengah isu sensitif yang telah mengundang reaksi publik.