Bappenas: Bencana Sumatera Dampak dari Krisis Planetari Triple

[original_title]

Asman.ac.id – Bencana yang terjadi di Sumatera belakangan ini diakibatkan oleh triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan masalah polusi serta limbah. Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo menekankan bahwa kombinasi dari ketiga masalah ini mengakibatkan dampak serius bagi masyarakat dan lingkungan.

Dalam acara “Talkshow Kolaborasi untuk Negeri: Harmonisasi Regulasi Extended Producer Responsibility (EPR)” yang berlangsung di Jakarta, Teguh menjelaskan bahwa fenomena ini tidak hanya merupakan narasi ilmiah, tetapi realitas yang berpengaruh pada stabilitas sosial dan ekonomi. Ia mencatat bahwa dalam dua dekade terakhir, penggunaan sumber daya alam global meningkat sebesar 65 persen, sementara tingkat sirkularitas atau daur ulang yang dilakukan justru menurun.

Data menunjukkan, enam dari sepuluh negara di ASEAN, termasuk Indonesia, menjadi penyumbang utama pencemaran plastik ke laut dunia. Infrastruktur manajemen sampah di kawasan ini belum mampu mengatasi urbanisasi yang pesat, sehingga lebih dari 50 persen sampah tidak terkelola dan kurang dari 25 persen berhasil didaur ulang. Indonesia diproyeksikan akan menghadapi peningkatan timbulan sampah domestik mencapai lebih dari 82 juta ton per tahun jika tidak ada perubahan signifikan.

Teguh menekankan perlunya transisi paradigma dalam pengelolaan sampah, beralih dari metode konvensional menjadi ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Konsep ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya sejak tahap desain produk, hingga pengelolaan akhir produk agar sisa konsumsi dapat kembali ke dalam rantai nilai. Jika langkah-langkah ini tidak segera diambil, tempat pemrosesan akhir di berbagai daerah diprediksi akan mengalami kepenuhan total pada tahun 2028.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *