Asman.ac.id – Perdagangan antara negara anggota BRICS menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan China dan India mencatat rekor mencapai USD155 miliar atau setara dengan Rp2.623 triliun pada tahun 2025. Pencapaian ini disampaikan oleh Duta Besar China untuk India, Xu Feihong, dalam sebuah pertemuan pada bulan lalu.
Dalam laporan tersebut, Xu mengungkapkan bahwa angka perdagangan ini mencerminkan pertumbuhan tahunan lebih dari 12%. Ekspor India ke China mencapai USD19,7 miliar, meningkat sebesar 9,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan dua bulan terakhir tahun 2025, khususnya pada November dan Desember, masing-masing tercatat sebesar 90% dan 67%.
Dengan hasil ini, Xu mendorong perusahaan-perusahaan India untuk membawa lebih banyak produk premium ke pasar China, guna mengubah defisit perdagangan menjadi surplus. Selain itu, ia juga mengungkapkan dukungan China terhadap kepresidenan India di BRICS yang dimulai pada 1 Januari 2026.
Pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi pada Agustus lalu di Tianjin juga disebutkan sebagai langkah menuju perbaikan hubungan bilateral. Sebagai bagian dari agenda BRICS, kedua negara diharapkan dapat memperkuat kerjasama ekonomi serta saling mendukung dalam berbagai isu global.
Dengan dukungan dan kolaborasi yang terus ditingkatkan, kemampuan BRICS dalam mengoptimalkan potensi perdagangan antara anggota dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih bagi masing-masing negara.