Dirut Bulog: Serapan Gabah Petani Tercatat 2,4 Juta Ton

[original_title]

Asman.ac.id – Penyerapan gabah petani di Indonesia hingga awal Mei 2026 telah mencapai 2,4 juta ton setara beras, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat cadangan beras nasional. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa capaian tersebut setara dengan hampir 60 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Rizal mengungkapkan hal ini dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Gudang Bulog Sunter, Jakarta Utara. Ia mencatat kerjasama antarlembaga, termasuk pemerintah pusat, daerah, penyuluh pertanian, serta TNI/Polri, sangat mendukung penyerapan di lapangan. Bulog menerapkan kriteria ketat dalam penyerapan gabah dan beras, memastikan hanya hasil panen yang telah mencapai usia optimal yang diambil untuk menjamin kualitas.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi pentahelix, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan media, untuk meningkatkan transparansi dan pengawasan. Mahasiswa juga didorong untuk berperan aktif sebagai pengawas independen melalui kegiatan edukatif dan kunjungan lapangan terkait sistem logistik pangan nasional.

Hingga saat ini, Bulog mengelola 1.555 gudang dengan kapasitas penyimpanan sekitar 3,7 juta ton. Untuk memenuhi peningkatan stok, Bulog menyewa tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 2 juta ton. Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan 100 gudang baru di wilayah terpencil seperti Nias dan Natuna untuk meningkatkan distribusi logistik. Rizal menegaskan bahwa saat ini, total stok beras nasional mencapai 5,23 juta ton, mencukupi kebutuhan ketahanan pangan masyarakat hingga tahun depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *