Asman.ac.id – Jet tempur Inggris telah dikerahkan ke Qatar di tengah meningkatnya spekulasi tentang kemungkinan serangan yang akan dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Iran. Sinyal ancaman ini diperkirakan dapat terwujud paling cepat dalam waktu dekat, bahkan dalam pekan ini.
Pemerintahan AS, di bawah kepemimpinan Trump, sedang mengkaji opsi serangan presisi terhadap sejumlah pejabat dan komandan Iran yang dianggap bertanggung jawab atas kematian demonstran dalam protes anti-pemerintah di Iran awal bulan ini. Informasi ini dilansir oleh media Middle East Eye.
Di sisi lain, terdapat laporan dari media Israel yang menyatakan bahwa Inggris, bersama dengan Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA), berencana memberikan dukungan logistik dan intelijen kepada militer AS seandainya serangan tersebut direalisasikan. Meskipun demikian, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan wilayah udara, tanah, atau perairan mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran.
Pemerintah Inggris sendiri belum memberikan tanggapan resmi mengenai kemungkinan keterlibatan dalam konflik ini. Perdana Menteri Keir Starmer berupaya untuk mempertahankan hubungan erat dengan AS, namun dalam beberapa bulan terakhir, Inggris telah berusaha menjauhi beberapa kebijakan luar negeri Trump.
Beberapa keputusan strategis terlihat saat Inggris memutuskan untuk tidak bergabung dengan “Dewan Perdamaian” Gaza yang diprakarsai oleh Trump, menimbang potensi dampak keterlibatan Rusia. Selain itu, selama ketegangan antara Israel dan Iran di musim panas lalu, Inggris cenderung mengambil sikap yang lebih berhati-hati.
Dengan situasi yang terus berkembang, pertanyaan tentang bagaimana tepatnya Inggris akan terlibat dalam dinamika konflik AS-Iran tetap menjadi sorotan penting di kalangan pengamat internasional.