Kadin Optimis Kerja Sama RI-Filipina Perkuat Rantai Pasok Mineral

[original_title]

Asman.ac.id – Kerja sama strategis antara Indonesia dan Filipina di sektor mineral kritis semakin diperkuat melalui forum tinggi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Philippine Chamber of Commerce and Industry (PCCI). Inisiatif ini, yang dikenal sebagai Indonesia-Philippines Nickel Corridor, bertujuan untuk mengoptimalkan rantai pasok mineral di kawasan ASEAN.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia, Bernardino Moningka Vega, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam sebuah pernyataan resmi pada Sabtu (9/10). Menurutnya, penguatan rantai pasok tidak hanya akan meningkatkan posisi kedua negara, tetapi juga membangun nilai tambah industri yang lebih solid.

Forum ini berlangsung di Cebu, Filipina, bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto ke Filipina dalam rangka KTT ke-48 ASEAN. Tema yang diusung, “Navigating Our Future, Together”, mencerminkan komitmen kedua negara dalam menciptakan peta jalan kerja sama yang lebih komprehensif.

Kolaborasi antara Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA) akan meliputi pertukaran data dan dialog kebijakan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor nikel. Pada 2025, Indonesia diperkirakan akan memproduksi sekitar 2,6 juta metrik ton nikel, sementara Filipina mencapai 270 ribu metrik ton.

Dari sisi cadangan, Indonesia memiliki sekitar 62 juta metrik ton, dan Filipina 4,8 juta metrik ton. Kerja sama ini tidak hanya berfungsi untuk memastikan pasokan bahan baku bagi industri hilirisasi nikel di Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan nilai tambah industri Filipina.

Dalam forum yang sama, beberapa kesepakatan lainnya juga dicapai, termasuk kolaborasi di bidang pertanian dan aviasi dengan nilai indikatif mencapai 80 juta dolar AS. Ke depan, rencana pembangunan fasilitas pemrosesan nikel di Filipina juga diumumkan, yang akan mendukung rantai pasok kendaraan listrik. Menurut Presiden PCCI, Ferdinand Ferrer, kekuatan ASEAN terletak pada hubungan bilateral kokoh antara Indonesia dan Filipina, yang memiliki populasi hampir 400 juta jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *