Asman.ac.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulai pengerukan Kanal Banjir Barat, yang berlangsung dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy), Jakarta Pusat, pada Jumat (10/4/2026). Proyek ini bertujuan untuk menangani masalah banjir yang sering terjadi di Ibu Kota dan dijadwalkan akan selesai dalam waktu satu tahun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pengerukan jalan air yang juga menjadi titik pertemuan antara Kali Ciliwung dan Kali Krukut tersebut adalah langkah strategis untuk mengatasi banjir. “Pengerukan di hilir Kali Ciliwung dan Kali Krukut direncanakan memindahkan sekitar 178.000 meter kubik material sepanjang 3,8 kilometer,” ujar Pramono kepada media setelah meninjau lokasi.
Menurut Pramono, Kanal Banjir Barat sudah lama tidak mendapatkan perawatan yang memadai. Hal ini menyebabkan bantaran kali tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk berbagai kegiatan, mulai dari pemancingan hingga pembuatan empang. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air di kanal.
Proyek pengerukan ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang kerap melanda Jakarta, terutama saat musim hujan. Dengan adanya revitalisasi ini, pemerintah juga ingin memberikan solusi jangka panjang untuk permasalahan tata kelola air di wilayah tersebut.
Pelaksanaan proyek akan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa pengerukan dapat dilakukan dengan aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Dengan demikian, diharapkan Jakarta dapat memiliki sistem drainase yang lebih baik dan mitigasi risiko banjir yang lebih efektif ke depannya.