Asman.ac.id – Kisah heroik prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda UNIFIL di Lebanon kembali mencuri perhatian. Pada 10 Oktober 2025, prajurit marinir mengalami momen menegangkan saat bertugas di sektor Naqoura, yang terletak tepat di perbatasan Lebanon. Konflik antara Israel dan Hizbullah sedang meningkat, dan situasi memanas dengan munculnya serangan.
Prajurit TNI, Pratu Egy Arifianto dan Praka Nofrian Syahputra, menceritakan pengalaman mereka saat berada di menara pengamatan 14. Pada hari itu, dua tank Merkava Israel terlihat melintas di Garis Biru, yang menjadi batas antara kedua negara. “Kami melaporkan kepada satuan atas untuk terus memantau pergerakan mereka,” ungkap Egy dalam wawancara di Mabes TNI, Jakarta Timur.
Setelah laporan tersebut, jumlah tank Israel yang keluar meningkat menjadi empat unit, dan ketegangan di lapangan terus meningkat. Menurut Egy, intensitas serangan dari kedua pihak escalated secara signifikan hingga sore hari, saat serangan artileri dan udara dimulai dari Israel, diikuti dengan balasan tembakan dari Hizbullah.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pasukan perdamaian, termasuk pasukan TNI yang berada di lokasi. Meskipun dalam kondisi berbahaya, mereka berusaha untuk menjaga ketertiban dan mencegah pelanggaran wilayah. Kisah ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi oleh pasukan perdamaian di tengah konflik bersenjata.