Marsinah: Perjuangan Pahlawan Buruh yang Menginspirasi

[original_title]

Asman.ac.id – Marsinah, aktivis buruh perempuan asal Jawa Timur, baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11), di Istana Negara, Jakarta. Gelar ini diberikan sebagai penghargaan atas perjuangannya dalam membela hak pekerja di era Orde Baru.

Kisah perjuangan Marsinah, yang terkenal karena keberaniannya dalam advokasi pekerja, kembali menggugah perhatian publik, terutama setelah kematiannya yang misterius. Kematian Marsinah pada 8 Mei 1993 banyak diperdebatkan dan dikhawatirkan mengandung nuansa penyimpangan hukum, sehingga menjadikannya sebuah simbol perlawanan bagi buruh di Indonesia.

Kisah hidupnya diangkat ke layar lebar melalui film “Marsinah: Cry Justice” yang dirilis pada 2001. Film dengan durasi 115 menit ini menghadirkan kisah pasca kematian Marsinah, berfokus pada proses hukum yang tidak adil dan kesulitan yang dialami oleh rekan-rekannya setelah tragedi tersebut. Proses hukum yang juga menyoroti penderitaan Mutiari, Kepala Personalia PT Catur Putra Surya, memberikan gambaran jelas tentang tekanan yang dialami para saksi dan korban dalam menghadapi aparat.

Film ini telah tayang di berbagai festival film internasional, termasuk Festival Film Internasional Pusan di Korea Selatan, dan meraih sejumlah penghargaan di festival film dalam negeri, termasuk Festival Film Indonesia dan Festival Film Bandung. Hal ini menegaskan nilai artistik dan sosial dari karya tersebut.

Dengan gelar baru yang dianugerahkan, perjuangan Marsinah tidak hanya dikenang, tetapi juga diharapkan akan menjadi inspirasi bagi perjuangan buruh dan keadilan sosial di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *