Prabowo Sebut 666 Korporasi Masih Operasikan Tambang Ilegal

[original_title]

Asman.ac.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam menangani aktivitas tambang ilegal. Dalam pernyataannya, Prabowo menyebutkan bahwa sejauh ini pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal. Namun, pihaknya mendapati fakta bahwa lebih dari 1.000 aktivitas tambang ilegal kemungkinan masih berlangsung yang melibatkan sekitar 666 perusahaan.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari, yang disiarkan melalui kanal resmi Sekretariat Presiden. Ia menyatakan, “Kami telah melakukan penegakan hukum kehutanan yang paling berani dalam sejarah Indonesia dengan menutup 1.000 tambang ilegal.”

Prabowo menambahkan laporan dari stafnya yang menyebutkan bahwa masih ada setidaknya 1.000 tambang ilegal lainnya yang beroperasi. Ia menegaskan perlunya keberanian dalam menegakkan hukum tanpa kompromi untuk mengatasi masalah ini. “Kita hanya bisa memiliki keberanian untuk menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi,” tegas Prabowo.

Selain itu, ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan mundur dari agenda penertiban di sektor kehutanan dan pertambangan. Prabowo menekankan, “Rakyat kami menuntut ini, dan kami bertekad untuk melayani rakyat kami dengan kejujuran.” Keberlangsungan tindakan penegakan hukum ini menjadi fokus utama pemerintah untuk melindungi sumber daya alam Indonesia dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui komitmennya ini, Prabowo berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terkendali bagi masyarakat serta memastikan sumber daya alam dikelola dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *