Revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa oleh Kemenhub di Natuna

[original_title]

Asman.ac.id – Kementerian Perhubungan melakukan revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dalam upaya meningkatkan layanan pelayaran di wilayah tersebut. Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyampaikan bahwa pada peninjauan pada Selasa pagi, progres pembangunan pelabuhan telah mencapai lima persen. Ia berharap semua tahapan berjalan lancar.

Saat ini, Pelabuhan Selat Lampa berstatus sebagai pelabuhan pengumpul. Namun, Pemerintah Kabupaten Natuna telah mengajukan usulan untuk menjadikannya sebagai pelabuhan internasional pada tahun 2025. Usulan ini telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang ditargetkan akan disahkan pertengahan tahun 2025.

Revitalisasi pelabuhan direncanakan berlangsung dalam tiga tahap selama tiga tahun, dengan tahap pertama dimulai pada tahun 2026. Anggaran untuk tahap pertama ini diperkirakan lebih dari Rp20 miliar. Proyek ini bertujuan agar Pelabuhan Selat Lampa berfungsi sebagai pintu ekspor-impor untuk komoditas unggulan daerah perbatasan tersebut.

Site Manager Proyek Rehabilitasi, Inno, menyatakan bahwa proyek ini menelan biaya sekitar Rp24 miliar yang akan digunakan untuk berbagai fasilitas seperti pembangunan gerbang utama, terminal, kantin, area parkir, dan pagar pelabuhan. Meskipun dalam proses pengerjaan, aktivitas bongkar muat barang dan penumpang masih tetap berlangsung dengan cara menghentikan sementara pekerjaan saat penumpang naik dan turun.

Proyek revitalisasi ini diharapkan selesai pada September 2026, menjadi langkah signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Natuna dan memperkuat konektivitas wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *