Asman.ac.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah meningkatkan konektivitas digital sebagai bagian dari pemulihan jaringan dan layanan telekomunikasi untuk Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang, yang terdampak banjir. Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa program tersebut menggambarkan kehadiran negara untuk menjamin masyarakat yang terkena bencana dapat tinggal dengan layak.
Donny menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana, membantu masyarakat untuk segera menempati hunian yang aman. Dalam setiap hunian, Telkom menyediakan fasilitas WiFi gratis agar warga tetap terhubung dan mudah mendapatkan informasi selama masa pemulihan.
Direktur Utama PT Telkom, Dian Siswarini, menekankan komitmen perusahaannya dalam menyediakan konektivitas telekomunikasi yang handal di area Huntara, khususnya di Aceh Tamiang. Keterlibatan Telkom dalam proyek yang merupakan sinergi BUMN ini bertujuan agar masyarakat terdampak bencana dapat mengakses layanan digital dengan baik.
Dijadwalkan dalam tiga bulan ke depan, sebanyak 15.000 unit Huntara akan siap dihuni di tiga provinsi yang terdampak. Selama pembangunan, TelkomGroup berusaha menjaga agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitar melalui infrastruktur konektivitas yang disediakan secara bertahap.
Pada tahap awal, TelkomGroup telah meluncurkan 28 Access Point (AP) WiFi yang mencakup area depan dan dalam Huntara. Tak hanya itu, sebuah model percobaan Access Point WiFi Managed Service (WMS) dengan kapasitas 100 Mbps juga dihadirkan. Untuk lebih meningkatkan jaringan seluler, Telkomsel telah menempatkan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Aceh Tamiang dan satu Mobile BTS di Huntara. Ini diharapkan dapat memberikan dukungan maksimal bagi masyarakat yang saat ini membutuhkan akses yang lebih baik.