BGN Tegaskan Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tak Terkait MBG

[original_title]

Asman.ac.id – Kematian seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara, Fatih, baru-baru ini mengundang perhatian. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa insiden ini tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.

Nanik menjelaskan, Fatih tidak pernah mengonsumsi menu MBG sebelum mengalami kejadian tersebut. Ketika pingsan, siswa tersebut belum sempat menerima makanan dari program tersebut. “Informasi yang mengaitkan kematiannya dengan dugaan keracunan MBG tidak sesuai dengan fakta yang ada,” ungkap Nanik dalam konferensi pers di Jakarta pada 3 Maret 2026.

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa Fatih mengalami pendarahan otak. Kondisi ini terdeteksi melalui pemindaian (CT Scan) di Rumah Sakit Bhayangkara. Akibatnya, Fatih harus dirujuk ke Rumah Sakit Tiara Sella untuk menjalani prosedur bedah saraf.

Kematiannya menjadi peringatan akan pentingnya pemantauan kesehatan anak-anak dan transparansi informasi mengenai program gizi. BGN berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat dan memastikan bahwa semua program yang dilaksanakan mendukung kesehatan anak dengan cara yang aman.

Insiden ini menunjukkan perlunya kewaspadaan di lingkungan sekolah dan kerjasama antara pihak sekolah, orang tua, serta instansi terkait dalam menjaga kesehatan siswa. BGN berharap agar kasus ini tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *