Eskalasi China Meningkat Jadi Tantangan Baru di Indo-Pasifik

[original_title]

Asman.ac.id – Aktivitas militer China di kawasan Indo-Pasifik mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025, dengan latihan perang bertajuk Justice Mission 2025 yang mensimulasikan pengepungan Taiwan. Latihan ini, yang berlangsung lebih dekat ke pantai Taiwan dibandingkan latihan sebelumnya, mencerminkan strategi eskalasi bertahap dari Beijing sesuai analisis Professor Sam Mullins dari Daniel K. Inouye Asia-Pacific Center for Security Studies, Departemen Perang Amerika Serikat.

Selama latihan ini, Taiwan dikelilingi oleh kapal perang, pesawat militer, dan kapal penjaga pantai China, yang didefinisikan oleh Kementerian Pertahanan China sebagai “peringatan serius” bagi upaya separatis kemerdekaan Taiwan serta intervensi asing. Sepanjang 2025, pelanggaran oleh pesawat China di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan mencapai rekor, dengan lebih dari 3.700 insiden, disertai peningkatan serangan siber yang bertujuan merusak infrastruktur Taiwan.

Lebih lanjut, munculnya tuduhan terkait spionase dan kampanye disinformasi menambah ketegangan di kawasan tersebut. Penyelidikan terhadap anggota parlemen Taiwan oleh aparat China atas dugaan aktivitas yang bertujuan memecah belah bangsa juga mengindikasikan intensitas perhatian Beijing terhadap isu ini.

Menurut Mullins, reunifikasi Taiwan menjadi bagian penting dari visi Presiden China Xi Jinping, yang menjadikan pulau tersebut target utama dalam strategi nasional. Selain fokus pada Taiwan, China juga meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Timur, dengan kapal penjaga pantai China tercatat berada secara terus-menerus di sekitar Kepulauan Senkaku yang dikelola Jepang.

Situasi ini menunjukkan bahwa tidak hanya Taiwan, tetapi juga negara-negara di sekitar, harus menghadapi tantangan baru akibat tindakan agresif China di kawasan Indo-Pasifik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *