Ular Memakan Sesama: Penjelasan Ilmiah dari Para Ahli

[original_title]

Asman.ac.id – Penelitian mengenai perilaku kanibalisme pada ular mengungkapkan bahwa praktik ini dapat menjadi strategi bertahan hidup. Dalam studi yang dibahas oleh Live Science dan dipublikasikan dalam jurnal Biological Reviews pada 2 November 2025, tim ilmuwan mengevaluasi 503 laporan kasus kanibalisme dari 207 spesies ular di seluruh dunia. Perilaku tersebut diyakini telah berevolusi secara independen setidaknya 11 kali dalam sejarah ular.

Bruna Falcao, penulis utama studi dan mahasiswa biologi di University of São Paulo, Brasil, menyatakan, “Tak ada yang menyangka bahwa ular bisa sangat kanibal. Semakin kami menelusuri, semakin banyak kasus yang ditemukan.” Kanibalisme kerap dianggap merugikan, namun penelitian menunjukkan bahwa hal ini bisa muncul akibat faktor evolusi, seperti ketika makanan terbatas, untuk mengontrol populasi, atau sebagai bentuk predasi oportunistik.

Penelitian ini menemukan bahwa kanibalisme paling banyak terjadi pada tiga famili ular: Colubridae (29% dari laporan), Viperidae (21%), dan Elapidae (19%). Pada Colubridae, tekanan lingkungan seperti kelangkaan makanan diduga menjadi pendorong utama. Sementara itu, pada Viperidae, banyak kasus di penangkaran disebabkan oleh stres dan ruang sempit. Elapidae, termasuk kobra, sering melakukan kanibalisme di alam liar.

Studi juga menemukan bahwa hampir separuh spesies ular kanibal memiliki pola makan generalis, meskipun hubungan ini belum sepenuhnya kuat. Struktur rahang ular juga berpengaruh; spesies yang dapat membuka rahang lebar berpotensi menunjukkan perilaku ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kanibalisme muncul sebagai adaptasi oportunistik dalam beragam kondisi ekologis, meskipun pemahaman ilmiah tentang perilaku ini masih berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *