Asman.ac.id – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa kualitas 5,2 juta ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) tetap terjaga dengan pengelolaan yang optimal. Upaya ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat. Dalam pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Gudang Bulog Sunter, Jakarta Utara, Rizal menjelaskan bahwa setiap kepala gudang memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang detail untuk memelihara kondisi beras.
Petugas gudang bertanggung jawab melakukan pembersihan dan pengecekan harian, serta menerapkan langkah-langkah preventif, seperti penyemprotan untuk mencegah hama. Fumigasi dilakukan setiap tiga bulan untuk mengatasi hama, seperti kutu, tanpa merusak kualitas beras yang disimpan. Selain itu, Bulog menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk mengendalikan populasi tikus yang dapat merusak beras.
Rizal juga menekankan bahwa proses reprocessing dilakukan apabila kualitas beras menurun setelah penyimpanan lebih dari enam hingga delapan bulan. Upaya ini melibatkan pemolesan dan pembersihan untuk memperbaiki mutu beras. Bulog berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengembangkan teknologi penyimpanan yang dapat menjaga kualitas beras hingga lebih dari dua tahun.
Ia menegaskan bahwa cadangan beras ini sepenuhnya milik pemerintah dan ditujukan untuk berbagai kebutuhan, termasuk stabilisasi harga dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Bulog juga memastikan penyaluran beras untuk masyarakat berlangsung baik demi ketahanan pangan nasional.