Indonesia dan Rusia Diskusikan Kerja Sama Energi dan Nuklir

[original_title]

Asman.ac.id – Indonesia dan Rusia telah mengadakan pembicaraan mengenai kerja sama di sektor minyak dan gas bumi, termasuk LNG dan LPG, serta pengembangan energi terbarukan dan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Pertemuan ini berlangsung dalam rangka Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 yang diadakan di Kazan, Rusia, di mana sektor energi dan sumber daya mineral menjadi fokus utama diskusi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Yuliot, menjelaskan bahwa kerja sama ini telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu migas dan kilang minyak, serta ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan. Ia menyoroti pentingnya penguatan investasi dan kerja sama teknologi energi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Dalam sesi pleno SKB, Yuliot mengungkapkan bahwa rencana pembelian minyak dan pengembangan ladang migas menjadi pokok bahasan. Selain itu, proyek Grass Root Refinery di Tuban dan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil juga menjadi bagian dari perjanjian kerja sama ini. Pemerintah Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 70 GW hingga 2024, di mana 40 GW di antaranya berasal dari energi baru terbarukan.

Hasil dari SKB ke-14 ini juga mencakup Agreed Minutes yang memuat tindak lanjut mengenai hilirisasi dan standardisasi industri migas serta energi. Forum ini berfungsi sebagai mekanisme resmi antara Indonesia dan Rusia untuk mengevaluasi perkembangan kerjasama di berbagai sektor strategis. Kementerian ESDM berperan aktif dalam memperkuat diplomasi energi Indonesia demi mendukung ketahanan energi, pengembangan industri, serta kerja sama teknologi dan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *