Asman.ac.id – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Banten menjadi fokus perhatian Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang akurat dan transparan. Ajakan ini disampaikan usai mengikuti simulasi sensus di Serang pada Kamis, di mana Dimyati menekankan pentingnya kejujuran dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.
Menurutnya, kerahasiaan data akan terjamin, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat memberikan informasi. Partisipasi masyarakat sangat penting, karena hasil sensus akan digunakan oleh pemerintah untuk memetakan kondisi ekonomi serta menyusun program pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Sensus Ekonomi 2026 direncanakan berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, mencakup pendataan yang diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kekuatan ekonomi masyarakat, tingkat pengangguran, dan efektivitas pertumbuhan ekonomi. Selain mengimbau masyarakat, Dimyati juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia mengusulkan diadakannya diskusi rutin bulanan untuk membahas hasil sensus dan data triwulanan, guna menyusun kebijakan dan penganggaran daerah dengan lebih efisien. Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan menyatakan bahwa peran BPS sebagai penyedia data akurat sangat penting dalam arah pembangunan. Dia juga menyambut baik gagasan pertemuan rutin untuk memperkuat kolaborasi menuju Satu Data Indonesia.